Jumat, 01 Februari 2013

Jendela Kereta Api



Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 23 tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya.
"Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian"
 
Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 23 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanak-kanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasnya,
"Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!"

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu.
"Kenapa anda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata. "Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini"
Mendengar penjelasan dari ayahnya tadi, dua pemuda tersebut langsung terkejut.

Sahabat, setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran boleh jadi mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan Nabi kita ( Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassalam), dan itulah cara yang baik untuk hidup....@_@



16 komentar:

fizafantagirO mengatakan...

sayu membacanya :'( . betul , setiap insan ada kisahnya tersendiri . Kita yg melihat sebagai penilai, jgn cepat menilai sesuatu dgn tafsiran yang salah.

Mohd Huzaini Hassan mengatakan...

Kisah yang baik.. bersangka baik itu amat perlu.

Rizky Ariestha Putri mengatakan...

Cerita yang bagus.. Setiap tindakan yang dilakukan seseorang pasti memiliki alasan masing-masing. Jangan su'uzon terlebih dahulu :)

Syamsul Bachri Usman mengatakan...

Khusnuldzon.... Itu yang terbaik.... Kepp posting bro...

Salam Kenal Yach

Yoanns Yuana mengatakan...

posting yang sangt baik sobat, thankz..

Indah P mengatakan...

Banyak makna yg terkandung dlm cerita di atas, terima kasih sudah berbagi

Icah Banjarmasin mengatakan...

Kisah yang sangat bagus untuk dimaknai..salutttt.

Flower Haziqah mengatakan...

assalamualaikum.. entry yg sgt bgus. rasa tenang je bila lwt blog ne.. betul tu, ada satu frasa english tu berbunyi," Don't judge the book by it's cover".. kdg2 kita selalu beranggapan buruk dgn sesorg itu tapi kte x tau dia sbenarnya mcm mana..pengajaran utk saya juga..

widi harno mengatakan...

bener gan, kita gak berhak menilai seseorang terlebih2 liat orang cm dari covernya aja

Mampir kesini ya, salam kenal Peta Indonesia Karya Anak Negeri

Amatullah Syukur mengatakan...

Subhanallah, terharu baca kisah singkat ini. Menggugah. Seringkali memang manusia menilai yang lainnya dengan tergesa.

Jazaakumullahu khaeran.

Vanessa mengatakan...

Thank you so much for the follow.^^
Follow you back on gfc.
Hope you visit my blog again.;)

Hanida Moss mengatakan...

I like the story. Touching :)
Mohon copy cerita ini ya..
-from Malaysia :)

Etuza Ezawarna mengatakan...

wajib kita bertanya, kalau tak malu kita sendiri kerana menduga yg bukan2...

Cantik Lucyana mengatakan...

makna dari cerita diatas,mengajarkan kita untu senantiasa berbaik sangka.
artikelnya sangat bagus mas,salam kenal ya.

Aqil Anindhityo Raharjo mengatakan...

ceritanya bagus banget...... emang ya jangan didoktrin sama lingkungan, every person have their own stories, :) thanks for sharing...

Raini Munti mengatakan...

salam berkunjung disini

Posting Komentar